MABARA

Chinese Street BBQ & Hangout Space · Jakarta Utara

MABAR.
BAKAR.
SAMPAI PAGI.

Satu meja. Banyak alasan untuk kembali.

Jelajahi konsep
Materi pendanaan · Draft 18 September 2026Visual konsep

KUMPUL DI
SEKELILING BARA.

MABARA mempertemukan shao kao, makan bersama, dan ruang privat untuk grup. Makanan menjadi pusat pengalaman; suasana memberi alasan untuk tinggal lebih lama.

Visual konsep sajian utama MABARA
Visual konsep menu

Didesain untuk
datang bersama.

Target konsep: grup 4–8 orang, teman sepulang kerja, dan perayaan kecil di Jakarta Utara.

Chinese street BBQ
Bakaran arang, tusukan, dan menu berbagi.
Ruang privat
Fasilitas untuk grup dengan minimum pembelian makanan dan minuman.
Pilot 1 ruko
Prioritas awal dengan kebutuhan modal lebih rendah.
Visual konsep interior dengan meja komunal dan pencahayaan hangat

MALAM YANG
TERASA HIDUP.

Material industrial, cahaya hangat, dan meja komunal.
Rancangan suasana MABARA.

Visual konsep, bukan foto outlet beroperasi

RUANG UNTUK
SATU SQUAD.

Ruang privat melengkapi dining. Pendapatan pada model berasal dari makanan dan minuman, dengan kapasitas serta penggunaan room dihitung terpisah.

Jumlah tamu per room belum dikunci. Model lama memakai rata-rata 6 tamu per sesi, bukan kapasitas maksimum.

Visual konsep ruang privat MABARA
Visual konsep ruang privat

MATERIAL HANGAT.
DETAIL YANG PRAKTIS.

Proposal arsitektur membawa satu bahasa material untuk kedua ruko: mudah dirawat, berulang, dan tidak bergantung pada finishing mewah.

Warm concreteDinding utama
CharcoalSofa & bangku
Merah baraAksen brand
Metal hitamRangka furnitur
TimberPermukaan meja
Epoxy gelapLantai dining

Satu bahasa, dua penerapan.

Rangka metal charcoal dan kayu menjadi dasar furnitur. Cahaya hangat 2700K menandai meja serta pintu room, dengan aksen merah bara dan emas hangat yang terbatas.

Material mengikuti arah awal MABARA. Palet terracotta–olive pada PPTX tidak digunakan sesuai arahan Raymond. Sofa charcoal dengan aksen bara merupakan usulan visual, belum spesifikasi final.

1 ruko
Meja kompak, detail meja dinding, pencahayaan tangga, dan penanda room yang jelas.
2 ruko
Meja komunal, modul banquette berulang, serta lampu linear untuk skala dining lebih besar.
Pembagian lantai
Lantai 1 untuk dining dan kedatangan; lantai 2 membagi smoking/non-smoking; lantai 3 untuk dapur dan room.
Buka / unduh proposal arsitektur asli · 8 slide ↓

Sumber pembagian ruang dan detail: MABARA_Architectural_Proposal.pptx dari Raymond. PPTX asli masih berisi palet lamanya; material pada HTML dan render mengikuti arahan terbaru. Belum spesifikasi atau RAB final.

SATU KONSEP.
DUA SKALA.

Mulai dari 1 ruko untuk menekan modal awal. Bandingkan luas layanan, kapasitas, dan kebutuhan investasi sebelum memilih skala.

1 RUKO

Opsi awal yang diprioritaskan

106tempat duduk dining*
Ruang privat
2 room
Dining lantai 1
42
Dining lantai 2
64
Investasi terbarui
Rp3,054 miliar

2 RUKO

Opsi dengan kapasitas lebih besar

224tempat duduk dining*
Ruang privat
7 room
Dining lantai 1
100
Dining lantai 2
124
Investasi terbarui
Rp6,156 miliar

*Hitungan sementara berdasarkan modul meja dan bangku pada layout baru. Belum termasuk sofa room. Kapasitas perlu konfirmasi Raymond. Investasi memperbarui modal kerja tiga bulan dari rincian OPEX; aset dan sewa tetap memakai model 9 Juli dan perlu penawaran vendor.

Lantai 3: 1 Large + 1 Deluxe. Dining lantai 2: 28 non-smoking + 36 smoking.

KURSI TERISI.
OMZET TERBENTUK.

Ubah asumsi untuk melihat hubungan kapasitas, perputaran layanan, dan belanja. Kursi tambahan tidak otomatis berarti pelanggan tambahan.

Acuan pengunjung dipertahankan dari model lama; keterisian disesuaikan terhadap kapasitas layout baru.

Kesempatan pemakaian setiap kursi. Durasi makan dan jam operasional perlu divalidasi.

Asumsi lama: 30% tamu × Rp90.000, rata-rata 6 tamu/room. Matikan jika minol sudah masuk paket agar tidak dihitung dua kali.

Biaya dan asumsi model

OPEX tetap per bulan

OPEX tetap Rp148,39 jtModal kerja 3 bulan* Rp320,16 jt

*Tiga bulan OPEX tetap selain sewa; sewa dua tahun sudah dibayar di muka dan tidak dihitung dua kali. Payroll memakai baseline loaded Rp65 juta untuk 10 orang. COGS minol 40%; marketing 3% dan biaya lain 2% dari pendapatan neto. Semua angka dapat diubah untuk uji skenario.

106 kursi×2 putaran×40,1% terisi85 tamu dining/hari
Omzet bulanan termasuk pajakRp441,75 jt
Dining
F&B room
Tambahan minol
Pendapatan setelah pajak penjualan
EBITDA / bulan
Margin EBITDA
Investasi ÷ EBITDA bulanan

Indikator sederhana, bukan waktu pengembalian kas investor. Belum memasukkan pajak penghasilan, pembiayaan, penggantian aset, perubahan modal kerja, serta pembagian laba.

Akumulasi EBITDA

Horizon 60 bulan
Akumulasi EBITDA terhadap investasi awalSimulasi EBITDA konstan selama 60 bulan. Bukan arus kas investor.
Akumulasi EBITDAInvestasi awal

Ilustrasi mengasumsikan EBITDA tetap sejak bulan pertama, tanpa masa pertumbuhan awal. Nilai negatif berarti kerugian bertambah.

MODAL AWAL
LEBIH TERUKUR.

Perbandingan memasukkan tiga bulan OPEX non-sewa sebagai modal kerja. Sewa tetap muncul pada P&L bulanan, tetapi tidak ditambahkan lagi ke modal kerja karena dua tahun sewa sudah dibayar di muka.

Skenario konservatif 1 ruko menghasilkan EBITDA negatif sekitar Rp14,12 juta per bulan. Opsi 2 ruko membutuhkan permintaan lebih besar dan belum terbukti hanya dari tambahan kapasitas.

Penggunaan dana · 1 ruko

Rp3,054 miliar
Aset tetap & buildout
Rp1,461 miliar
Persiapan pembukaan
Rp72,4 juta
Sewa 2 tahun & deposit
Rp1,100 miliar
Modal kerja 3 bulan
Rp320,16 juta
Dana cadangan
Rp100 juta

OPEX bulanan · 1 ruko

Payroll loaded · 10 orang
Rp65,0 juta
Listrik, air & gas
Rp17,5 juta
Sistem, maintenance, admin, asuransi
Rp8,5 juta
Fee manajemen & royalti musik
Rp15,72 juta
Alokasi sewa
Rp41,67 juta
Total OPEX tetap
Rp148,39 juta

Penggunaan dana · 2 ruko

Rp6,156 miliar
Aset tetap & buildout
Rp2,992 miliar
Persiapan pembukaan
Rp144,8 juta
Sewa 2 tahun & deposit
Rp2,200 miliar
Modal kerja 3 bulan
Rp619,56 juta
Dana cadangan
Rp200 juta

OPEX bulanan · 2 ruko

Payroll loaded · estimasi 20 orang
Rp130,0 juta
Listrik, air & gas
Rp35,0 juta
Sistem, maintenance, admin, asuransi
Rp14,0 juta
Fee manajemen & royalti musik
Rp27,52 juta
Alokasi sewa
Rp83,33 juta
Total OPEX tetap
Rp289,85 juta

Aset, pembukaan, sewa, deposit, dan cadangan berasal dari model 9 Juli 2026. Modal kerja diperbarui dari OPEX terurai. Kedua opsi masih memerlukan penawaran vendor, validasi headcount, dan rekonsiliasi terhadap layout final.

MEMBANGUN MABARA.
DIMULAI DARI SATU RUKO.

Pendanaan untuk pembangunan, persiapan pembukaan, dan modal kerja pilot. Besaran final serta struktur kemitraan disepakati setelah validasi layout dan anggaran.

Kapasitas yang disepakati

Jumlah duduk bangku, kapasitas room, dan durasi kunjungan.

Permintaan yang diuji

Target pengunjung, belanja rata-rata, dan keterisian weekday/weekend.

Skema pendanaan

Porsi investor, pembagian hasil, tahapan pencairan, dan arus kas.

Kembali ke simulasi
Sumber, asumsi, dan batas penggunaan

Arsitektur: MABARA_Architectural_Proposal.pptx (8 slide). Brand: MABARA_BrandGuidelines_2026-07-09.docx. Konsep: MABARA_BusinessPlan_2026-07-09.docx. Keuangan: MABARA_FinancialModel-1Ruko_2026-07-09.xlsx dan MABARA_FinancialModel-2Ruko_2026-07-09.xlsx. Benchmark: UMP Jakarta 2026 Rp5.729.876; tarif listrik bisnis B-2 Rp1.444,70/kWh; tarif PAM Jaya sesuai kelompok usaha dan pemakaian. Layout: MABARA 1 RUKO.pdf dan MABARA RUKO.pdf, diberikan Raymond.

Dining 1 ruko: 42 + 28 + 36 = 106. Dining 2 ruko: 100 + 54 + 70 = 224. Bangku dihitung satu posisi per sisi modul meja; perlu konfirmasi. Room 2 ruko: 1 VIP, 1 Large, 2 Deluxe, 3 Medium.

Foto dan video utama berasal dari aset pengguna; enam render layout dibuat sebagai ilustrasi konsep berbantuan AI. Proyeksi bukan jaminan return. Kapasitas baru tidak membuktikan permintaan baru; simulasi tidak menggantikan validasi biaya, pajak, dan kesepakatan investor. Angka pajak semata asumsi file sumber.

Teknologi: HTML, CSS, GSAP 3.13.0 dan ScrollTrigger. Dokumentasi GSAP. Font Archivo Black dan Inter, lisensi tersimpan di folder vendor.

Layout 1 ruko
Denah diperbesar, 1 ruko